Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISI. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Agustus 2010

DISKUSI


Cita dan harapan yang membuat aku tetap berdiri
Lalui ribuan tahun
Lewati berbagai peradaban
Menunggu waktu untuk menghampiri
Saat kita bercengkrama mengarungi keheningan
Menikmati indahnya Symphony Beethoven
Atau saat memandangi keteraturan bilangan alam
Dan engkau masih bertanya tentang relativitas
Tentang betapa rentannya kehidupan
Kau keluhkan tentang hilangnya keprawiraan
Musnahnya rasa malu
Sayupnya kisah Pandawa Lima
Atau tentang identitas yang mulai mengabur

Tak usah kau risau anakku
Tetaplah berdiri walau badai menghampiri
Kita telah bertahan ribuan tahun
Tak ada alasan untuk menyerah 
Tafakur di bawah jutaan bintang dan redupnya rembulan
Temukanlah jawaban pertanyaanmu dalam thuma’ninah
Dengarlah symphony dalam heningnya keheningan
Damai walau kau tetap tak mengerti

Cinta yang Tertinggal

Saat kutatap bintang arah selatan
Kusaksikan gerak cahaya dari jutaan tahun yang lalu
Masih kuragu apakah betul jika waktu tak linear
Saat hembusan lembut sang bayu menerpa wajahku
Perlahan namun pasti menerbangkan jasadku
Dalam ruang dan waktu yang terpetakan
Yang kurasakan linear dan tak bisa kembali
Tak seperti dalam fiksi ilmiah
Paling tidak bukan di Era-ku
Padahal yang kuratapi sangat sederhana
Aku hanya lupa membawa rasa cinta
Yang Kutinggalkan di belakang saat dulu prahara menerjang
Bodoh dan tak terbayar dengan linangan air mata
Mungkin inilah “hidup” di dimensi ini
Penyesalan selalu datang terlambat.