Minggu, 29 Agustus 2010

Paggilan Ponsel Lewat Gmail

Desika Pemita
27/08/2010 06:58

Liputan6.com, San Fransisco:Perusahaan internet di Amerika Serikat, Google Inc, mengatakan bahwa layanan webmail Gmail akan menambah fitur yang memungkinkan pengguna untuk melakukan panggilan telepon langsung dari komputer mereka.

Robin Schriebman, insinyur perangkat lunak Google, mennyatakan "Mulai Kamis (26/8) anda dapat menghubungi siapapun dari Gmail. Panggilan lewat Gmail dapat membuat panggilan cepat ke restoran, atau melakukan panggilan saat Anda berada di wilayah dengan sinyal yang buruk." Google menyatakan bahwa Pengguna bisa menelpon pengguan ponsel di Amerika Serikat dan Kanada gratis selama akhir tahun ini. Google juga berjanji akan memeberlakukan tarif panggilan internasional murah. Selain itu, biaya panggilan ke Inggris, Perancis, Jerman, Cina, Jepang serta banyak negara lainnya akan dikenakan biaya 2 sen per menit. Sebelumnya, Gmail sudah memiliki fitur suara dan video chat yang memungkinkan pengguna untuk berbicara satu sama lain. Namun, kedua pengguan harus tetap berada di komputer mereka saat sedang chatting. (Xinhua/ARI)

Jumat, 27 Agustus 2010

Kunjungan SMA N 10 Sendawar

Rombongan SMA N 10 Sendawar yang terdiri dari 60 siswa dan 4 orang guru pendamping melakukan kunjungan ke SMA N 1 Muara Muntai dalam rangka studi banding. Hal ini bertujuan untuk mengukur dan meningkatkan prestasi baik di bidang akademik maupun kegiatan pengembangan diri dan menjalin persahabatan antar dua sekolahan.

Lelah dalam 5 jam perjalanan dengan menggunakan kapal melintasi Danau Jempang seakan sirna tak berbekas saat disambut dengan penuh persahabatan oleh siswa dan guru SMA N 1 Muara Muntai. Bahkan setelah istirahat sebentar, sore harinya siswa-siswi kami masih sempat mengadakan pertandingan volly ball dan sepak bola.

Acara pentas seni yang diadakan malam harinya menjadi sebuah acara untuk mengekspresikan diri lewat lagu dan seni tari. Kesenian SMA Negeri 1 Muara Muntai yang kental dengan nuansa Islam seperti grup rebana dan tarian jepen berpadu dengan kesenian SMA N 10 Sendawar yang bangga dengan unsur etnik dayaknya. Suatu keberagaman yang indah, pelangi dengan banyak warna dan perbedaan yang menciptakan harmoni selaras.

Cerita Dari Sudut Negeri

Meningkatkan kualitas pendidikan di daerah terpencil seperti di pedalaman Kalimantan Timur tentulah tidak semudah membalikkan telapak tangan. Hambatan ekologis, sosial, psikologis maupun ekonomi masyarakat, sangat banyak dan beragam.

Internet?? Seperti mimpi rasanya, meskipun program internet untuk sekolah yang gencar dikampanyekan oleh pemerintah begitu menjanjikan. Bagaimana tidak seperti mimpi? Jangankan internet, listrik saja bagi kami sudah merupakan standar hidup yang cukup mewah dan sangat kami dambakan jika suatu hari nanti, kami bisa menyaksikan PLN masuk ke daerah kami dan tidak perlu menunggu sampai perayaan 100 tahun kemerdekaan RI.

Untungnya dalam kondisi seperti ini, pelayanan operator telepon seluler telah menjangkau sampai ke pelosok-pelosok Nusantara. Paling tidak hal ini bisa dimanfaatkan untuk akses internet dengan menggunakan telepon seluler.

Internet memang sangat bermanfaat bagi kami karena bisa mengatasi masalah ketertinggalan informasi dan terutama mencari sumber bahan bacaan yang memang langka dalam bentuk cetaknya di sini. Banyak lagi manfaat internet dalam bidang pendidikan yang tidak diulas dalam kesempatan kali ini.

Untuk rekan-rekan pendidik yang ada di pelosok desa dan daerah pedalaman, "Semoga tetap semangat dalam pengabdiannya mencerdaskan & mendidik anak bangsa sekalipun dengan keterbatasan sumber daya yang tersedia seadanya".

Kamis, 26 Agustus 2010

Cara Menggunakan Resetter Epson TX110 - TX111

Sebagai pengguna printer Epson TX111 awalnya saya bingung saat printer seperti ngehank dan lampu indicator nyala terus, rupanya printer ini harus direset ulang. Sedikit berbagi pengalaman dalam menggunakan Resetter Epson TX110 - TX111 dan semoga bermanfaat.

Cara Menggunakan Resetter Epson TX110 - TX111 secara Software
" Perhatian : Program adjustment ini mirip dengan virus sehingga dideteksi sebagai virus oleh antivirus. Matikan antivirus anda terlebih dulu agar program ini bisa berjalan "

1. Download software resetter Epson TX110 - TX111 dulu. Software bernama Resetter Epson Stylus TX110 - TX111, anda dapat download resetter epson TX110-TX111 ukuran 2,66 Mbyte.

2. Jalankan program resetter Epson TX110 - TX111 dengan double klik "AdjProg.exe", langsung di "AdjProg.exe" karena program ini " tidak menggunakan loader ".

3. Kemudian ikuti gambar berikut ini :







4. Setelah selesai matikan printer kemudian nyalakan lagi. Printer akan nyala dengan lampu berwarna hijau penuh. Berarti printer Epson Stylus TX110 - TX111 yang blink tadi sudah siap digunakan kembali.
Semoga Postingan ini bermanfaat bagi pengguna Epson Stylus TX110 - TX111 dan semoga berhasil……..

From Tenggarong to Jakarta


Yang ini narsis di atas ular di Pelabuhan Tenggarong, Yaman keliatan tegang mungkin masih cape' karena perjalanan dari Hulu Mahakam.



Katanya belum ke Jakarta kalau belum ke Monas, jadi narsis dulu deh biar ada buktinya.

Selasa, 24 Agustus 2010

DISKUSI


Cita dan harapan yang membuat aku tetap berdiri
Lalui ribuan tahun
Lewati berbagai peradaban
Menunggu waktu untuk menghampiri
Saat kita bercengkrama mengarungi keheningan
Menikmati indahnya Symphony Beethoven
Atau saat memandangi keteraturan bilangan alam
Dan engkau masih bertanya tentang relativitas
Tentang betapa rentannya kehidupan
Kau keluhkan tentang hilangnya keprawiraan
Musnahnya rasa malu
Sayupnya kisah Pandawa Lima
Atau tentang identitas yang mulai mengabur

Tak usah kau risau anakku
Tetaplah berdiri walau badai menghampiri
Kita telah bertahan ribuan tahun
Tak ada alasan untuk menyerah 
Tafakur di bawah jutaan bintang dan redupnya rembulan
Temukanlah jawaban pertanyaanmu dalam thuma’ninah
Dengarlah symphony dalam heningnya keheningan
Damai walau kau tetap tak mengerti

Cinta yang Tertinggal

Saat kutatap bintang arah selatan
Kusaksikan gerak cahaya dari jutaan tahun yang lalu
Masih kuragu apakah betul jika waktu tak linear
Saat hembusan lembut sang bayu menerpa wajahku
Perlahan namun pasti menerbangkan jasadku
Dalam ruang dan waktu yang terpetakan
Yang kurasakan linear dan tak bisa kembali
Tak seperti dalam fiksi ilmiah
Paling tidak bukan di Era-ku
Padahal yang kuratapi sangat sederhana
Aku hanya lupa membawa rasa cinta
Yang Kutinggalkan di belakang saat dulu prahara menerjang
Bodoh dan tak terbayar dengan linangan air mata
Mungkin inilah “hidup” di dimensi ini
Penyesalan selalu datang terlambat.