Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Serba-Serbi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 26 Oktober 2010

Praktikum Fisika Hukum Hooke ala SMAN 10 SENDAWAR

Hukum Hooke diformulasikan sebagai F = kx , dengan:
F = gaya yang dikerjakan pada pegas (N)
x = pertambahan panjang pegas (m)
k = konstanta pegas (N/m)

Untuk menguji kebenaran Hukum Hooke melalui percobaan maka dibutuhkan beberapa peralatan seperti: pegas, penggaris, beban, dan neraca. Ketiadaan alat-alat praktikum di SMAN 10 Sendawar tentu menjadi penyebab utama sulitnya menyelenggarakan praktikum dalam proses KBM. Persoalan ini disikapi oleh peserta didik dan guru-guru untuk lebih kreatif mendayagunakan semua resource yang tersedia untuk pelaksanaan KBM. Salah satu contoh penerapan kreatifitas ini dilakukan saat praktikum Fisika kelas XI IPA untuk membuktikan kebenaran Hukum Hooke.

Pegas yang digunakan dalam praktikum ini diperoleh dengan jalan meminjam ayunan miliknya ibu kantin di sekolah yang masih memiliki anak balita. Penggaris, tentu saja tidak menjadi masalah. Beban dan neraca yang diperlukan untuk variabel Gaya diperoleh dengan menggunakan air dalam gelas mineral yang volumenya diketahui. Menggunakan asumsi massa jenis air 1000 kg/kubik, maka dapat dicari massa dari beban yang digunakan dengan menggunakan rumus;
massa = massa jenis x volume.

Senin, 30 Agustus 2010

Damai untuk Malaysia

5 Abad lebih Dinasti Abasyiah menikmati masa kemegahannya, sebagai sebuah kerajaan paling makmur dan paling maju di muka bumi. Kemakmuran dan kemegahan ternyata justru membawa malapetaka bagi Kekalifahan 1001 malam tersebut, mereka menjadi arogan, malas, dan juga menyepelekan ancaman dari bangsa barbar penghancur yang panji-panjinya dikibarkan oleh Genghis Khan. Sungai Eufrat dan Tigris yang perkasa tak kuasa menjadi benteng penghalang buat pasukan barbar ini untuk menyebranginya dan membuat warna airnya menjadi merah darah. Bau amis dan anyir menyeruak ke seluruh penjuru Negeri dan Baghdad 1250 M simbol kota modern waktu itu menjadi puing-puing dalam penggalan sejarah.

Today: Malaysia belumlah menjadi Negara Adidaya seperti Kekalifahan Abasyiah tetapi arogansinya sungguhlah sampai ke langit dalam menghadapi Negara yang dicap miskin olehnya seperti Indonesia. Dilihat dari sudut pandang Ekonomi, saya tidak menutup mata bila Negara Indonesia yang aku cintai ini jauh tertinggal dari Negara tetangganya yang satu rumpun itu. Masalahnya aku lebih senang melihatnya dari sudut pandang jumlah penduduk, luas wilayah dan sejarah yang selalu menunjukkan kepada kita bahwa Bangsa Indonesia adalah Bangsa yang lebih besar dari Malaysia sehingga sakit hati rasanya melihat saudara-saudara sebangsaku menerima dan diperlakukan tidak adil oleh Bangsa Malaysia.

Diplomasi is dead, mudah-mudahan tidak terjadi antara Indonesia dan Malaysia. Aku lebih senang damai dan saling menghargai. Tidak nyaman membayangkan Indonesia dan Malaysia seperti yang terjadi pada Iran dan Irak dekade 80an. Mengirimkan putra-putra terbaiknya ke medan laga dan menghabiskan sumber daya yang banyak. Bukankah lebih baik mempererat persahabatan dan bahu membahu di era Globalisai dan Informasi ini? Toh Malaysia pun belum tentu menang jika berperang dengan Indonesia, setidaknya tengok saja sejarahnya. Kerajaan Malaka hanya di Semenanjung Malaka, justru Sriwijaya, Majapahit, dan Demak yang pernah mengibarkan panji-panji kebesarannya di Semenanjung Malaka.

Hang Upin dan Hang Ipin yang sudah punya menara kembar mungkin harus banyak belajar tentang kerendahan hati dan tidah menyepelekan Si Unyil yang jago perang gerilya dan berani berkalang tanah demi kehormatan negerinya.

Minggu, 29 Agustus 2010

Ada katak seukuran kacang polong di Kalimantan


Katak seukuran kacang polong ditemukan di Pulau Kalimantan, tepatnya di Kubah National Park, Serawak, Malaysia. Katak itu diberi nama Microhyla nepenthicola.

Awalnya, para ilmuwan mengira kalau katak itu merupakan anak katak. Panjang katak tersebut hanya 10 sampai 13 milimeter. Tapi, setelah diteliti lebih lanjut, katak mini itu merupakan katak dewasa dari sebuah spesies baru. Demikian penjelasan dari Indraneil Das dari Universiti Malaysia Sarawak. Karena ukurannya yang kecil, para ilmuwan mengaku butuh usaha untuk menemukan katak ini.

Katak yang merupakan salah satu katak terkecil di dunia itu dilacak melalui suaranya. Senja hari, sekelompok katak berkumpul di sekitar tanaman tempat mereka bertelur. Mereka mulai bernyanyi dengan suara parau. Nyanyian itu bisa berlangsung sejak senja hingga menjelang malam.

Amfibi ini bertelur di tanaman bernama Nepenthes ampullaria--dari nama tanaman ini pula nama katak diambil. Tanaman itu berbentuk seperti kendi. Setelah telur menetas, berudu berenang di dalam air yang tersimpan di dalam tanaman kendi itu.

Amfibi merupakan grup hewan yang paling terancam punah--sepertiga amfibi di ambang kepunahan. Padahal, amfibi penting bagi kehidupan manusia karena mereka mengurangi jumlah serangga yang bisa membawa penyakit serta menjaga kebersihan air. "Amfibi sangat sensitif terhadap perubahan. Semoga penemuan ini bisa membuat kita memahami perubahan lingkungan di dunia," kata Robin Moore dari Conservation International.

Sumber: OurAmazingPlanet
Foto: Prof. Indraneil Das/ Institute of Biodiversity and Environmental Conservation